Terlalu Sering Dinas Luar Kota Bisa Berdampak Buruk Pada Kesehatan

Bekerja ke luar kota memang terlihat menyenangkan. Sebagian orang menganggap tugas luar kota bisa dimanfaatkan sebagai bentuk refreshing. Meski terlihat menyenangkan, ternyata Terlalu Sering Dinas Luar Kota Bisa Berdampak Buruk Pada Kesehatan. Simak penjelasannya lengkapnya dibawah ini.

Terlalu Sering Dinas Luar Kota Bisa Berdampak Buruk Pada KesehatanTerlalu Sering Dinas Luar Kota Bisa Berdampak Buruk Pada Kesehatan | Bagi banyak orang bekerja sambil bepergian ke luar kota mungkin menjadi hal yang menyenangkan. Namun, menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, orang yang bepergian dua minggu atau lebih dalam sebulan lebih cenderung menderita gejala kecemasan dan depresi. Di samping kebiasaan merokok, sulit tidur, dan tidak berolahraga.

Dilansir Indian Express, temuan itu menunjukkan bahwa hasil perilaku buruk dan kesehatan mental meningkat secara signifikan seiring dengan jumlah waktu bepergian untuk urusan pekerjaan meningkat. Perjalanan bisnis seringkali dikaitkan dengan gejala ketergantungan alkohol.

Meskipun perjalanan bisnis dapat dilihat sebagai keuntungan kerja dan dapat menyebabkan kemajuan pekerjaan, ada literatur yang berkembang yang menunjukkan bahwa perjalanan bisnis yang luas dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang terkait dengan faktor gaya hidup,” kata Andrew Rundle, Professor di Columbia University.

Bidang kedokteran sering mlakukan perjalanan kerja, bahkan perlu diperluas melampaui fokusnya saat ini. Tak heran mereka yang kerja di bidang ini rentan derita penyakit menular, risiko penyakit kardiovaskular, kekerasan dan cidera untuk membawa lebih banyak fokus pada konsekuensi perilaku dan kesehatan mental dari perjalanan bisnis,” tambah Rundle.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perjalanan bisnis yang luas dikaitkan dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Baca Juga : Obat Keputihan Abnormal | Obat Gastritis Herbal

Untuk penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine, tim tersebut mencatat catatan kesehatan dari 18.328 karyawan yang menjalani penilaian kesehatan pada tahun 2015 melalui program manfaat kerja kesehatan perusahaan.

Hasilnya menunjukkan bahwa kecemasan ringan atau parah atau gejala depresi sering terjadi pada populasi karyawan ini.

Menurut Rundle, perusahaan dan karyawan harus mempertimbangkan pendekatan baru untuk memperbaiki kesehatan karyawan selama perjalanan bisnis yang melampaui praktik kesehatan perjalanan yang khas dalam memberikan imunisasi dan layanan evakuasi medis.

Baca Juga : Tidur Yang Cukup Bisa Bantu Kurangi Konsumsi Gula Dan Karbohidrat

Terlalu Sering Dinas Luar Kota Bisa Berdampak Buruk Pada Kesehatan