Mereka Yang Genggaman Tangannya Tak Kuat Lebih Cepat Meninggal

Kesehatan kita di masa depan, bahkan risiko kematian, bisa diprediksi melalui tes sederhana tanpa menggunakan alat canggih, yakni kekuatan genggaman tangan. Sebuah studi menyebutkan bahwa Mereka Yang Genggaman Tangannya Tak Kuat Lebih Cepat Meninggal. Simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Mereka Yang Genggaman Tangannya Tak Kuat Lebih Cepat Meninggal | Waspada untuk mereka yang tidak memiliki genggaman tangan tak begitu kuat. Hal ini berisiko tinggi meninggal lebih cepat karena penyakit degeneratif hingga gangguan psikologis. Hal ini berdasarkan temuan dari peneliti International Institute for Applied Systems Analysis.

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati 50 studi dari penjuru dunia tentang cara orang berjabat tangan.

Dilansir ABC Australia, peneliti mengamati kekuatan genggaman tangan lebih dari 1 juta remaja pria asal Swedia yang mengikuti ujian untuk masuk wajib militer. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang genggaman tangannya tidak begitu kuat berisiko tinggi meninggal lebih cepat karena penyakit jantung, melakukan tindakan bunuh diri dan mengalami gangguan psikologis.

Berdasarkan temuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa genggaman tangan saat bersalaman menunjukkan kondisi kesehatan. Temuan yang sama juga diungkapkan dalam sebagian besar studi yang diamati peneliti. Dimana mereka yang genggaman tangannya tidak begitu kuat saat bersalaman lebih cepat meninggal, mudah jatuh sakit dan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan lainnya. ( Obat Radang Sendi )

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa orang-orang yang berpendidikan tinggi di usia 69 tahun cenderung menggenggam tangan lawan mainnya lebih kuat meski mereka yang diajak bersalaman memiliki usia empat tahun lebih muda. Artinya, orang yang berpendidikan tinggi merasa lebih muda dibandingkan dengan mereka yang tingkat pendidikannya lebih rendah.

Berarti dari kekuatan genggaman tangan, orang yang berpendidikan tinggi merasa (empat tahun) lebih muda dibandingkan dengan yang tingkat pendidikannya rendah,” jelas salah satu peneliti, Sergei Scherbov.

Sebuah penelitian dari Beckman Institute, Illinois juga menemukan hal senada yakni berjabat tangan sebelum melakukan interaksi sosial berpengaruh pada kinerja otak. Kondisi ini bisa memberikan pengaruh positif terkait pergaulan serta mengurangi kesan negatif pada diri seseorang.

Baca Juga : Kondisi Kesehatan Yang Harus Segera Ditangani Di Ruang IGD

| Mereka Yang Genggaman Tangannya Tak Kuat Lebih Cepat Meninggal |