Masalah Kesehatan Yang Bisa Muncul Saat Lari Marathon

Meski hanya bermodal sepatu lari dan niat yang teguh, olahraga lari menyimpan risiko tersendiri. Dalam marathon, kemungkinan peserta pingsan atau mengalami trauma bahkan cukup tinggi. Maka dari itu, pelajari apa saja Masalah Kesehatan Yang Bisa Muncul Saat Lari Marathon.

Masalah Kesehatan Yang Bisa Muncul Saat Lari Marathon

Masalah Kesehatan Yang Bisa Muncul Saat Lari Marathon | Marathon merupakan olahraga lari jarak jauh kurang lebih sepanjang 42km. Perjalanan yang jauh ini tentunya akan berpengaruh pada kondisi tubuh. Saat lari marathon seluruh organ tubuh akan bekerja berat untuk menghasilkan energi saat berlari. Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat muncul saat lari marathon, diantaranya adalah :

  • Kram

Kram adalah hal yang cukup umum dalam olahraga lari. Kram adalah akibat dari penggunaan otot yang berlebihan sehingga otot mengalami kontraksi yang tidak seharusnya terjadi. Ketika kram menyerang, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menarik napas dalam-dalam, tetap tenang, duduk, dan mulai lakukan peregangan.

Peregangan telah terbukti cukup efektif untuk menghilangkan kram. Latihan peregangan yang sederhana sebenarnya cukup karena yang harus Anda lakukan hanyalah menjaga area kram tetap dalam posisi diregangkan selama sekitar 3 sampai 5 menit. Ketika kram menghampiri di lintasan, Anda punya dua pilihan: mundur dari lomba lari atau mulai lari kembali secara perlahan. Tapi satu yang pasti, meneruskan berlari dengan intensitas dan kecepatan yang sama dengan sebelumnya tentu saja adalah ide yang buruk.

  • Kerusakan sendi

Sendi cukup rentan karena berfungsi sebagai bagian mendasar untuk berlari. Saat lari, tubuh menjejak tanah melalui sendi. Dengan kata lain, sendi sering tertimpa, yang memicu cedera lutut. Pria diperkirakan lebih berisiko daripada wanita karena berat badan mereka seringkali lebih besar.

Untuk menghindari kerusakan sendi, pilih-pilih tempat larinya. Amati permukaan tanahnya. Tempat yang datar atau lunak seperti track cinder, boardwalk, rumput atau track tanah membantu mengurangi daya bentur daripada berlari di aspal.

Jika Anda merasa lutut Anda bermasalah, menghentikan lomba dan mencari bantuan medis adalah satu-satunya pilihan. Memaksakan diri Anda hanya akan memperburuk situasi. Selain itu, pertimbangkan berat badan Anda sebelum lari karena orang yang kelebihan berat badan bisa lebih berisiko untuk terkena cedera.

  • Henti jantung

Risiko marathon yang paling berbahaya adalah cardiac arrest, alias henti jantung. Henti jantung adalah suatu kondisi fatal di mana jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba karena gangguan gaya listrik pada otot jantung, sehingga jantung tidak dapat berdetak dengan normal dan memicu aritmia. (Obat Hidrosalping Herbal)

Orang dengan riwayat keluarga masalah jantung atau kolesterol tinggi risikonya lebih tinggi untuk mengalami henti jantung. Secara teknis, terkena henti jantung berarti Anda tidak bisa melakukan apapun kecuali meminta pertolongan. Maka dari itu, sesuaikan diri pada sesi latihan yang tepat dan juga mendapatkan persetujuan dari dokter. Selalu waspadalah terhadap kemampuan tubuh Anda dan jangan coba untuk melebihinya.

  • Kuku jari kaki menghitam

Lari jarak jauh yang tidak didukung sepatu yang nyaman dan sesuai dengan ukuran dapat menekan area kuku kaki. Hal ini menyebabkan kuku kaki selalu menyentuh area ujung sepatu, sehingga sirkulasi darah tidak lancar dan membuat kuku kaki berwarna kehitaman.

  • Dehidrasi

Saat berlari maraton, diperkirakan seorang pelari akan berkeringat sebanyak 0,5 sampai 1 liter per jam. Jika keringat yang berlebihan ini tak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, maka dapat memicu dehidrasi.

  • Iritasi kulit

Pengeluaran keringat yang berlebihan dan gesekan yang terus-menerus saat berlari bisa menyebabkan iritasi kulit. Terutama di daerah ketiak, paha, dan kaki.

Baca Juga : Mitos Seputar Buah Yang Tidak Perlu Dipercaya Lagi

| Masalah Kesehatan Yang Bisa Muncul Saat Lari Marathon |