Berteriak Keras Ternyata Baik Untuk Kesehatan

Tahukah anda Berteriak Keras Ternyata Baik Untuk Kesehatan? Mengapa? Karena teriak memiliki manfaat yang luar biasa bagi kondisi psikis dan juga kesehatan seseorang.

Selamat datang di salah satu website resmi milik Alfian Herbal yang merupakan Agen Resmi pusat penjualan obat herbal secara online yang terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya. Pada kesempatan kali ini pihak Alfian Herbal akan memberikan informasi penting seputar kesehatan yang akan meliputi Berteriak Keras Ternyata Baik Untuk Kesehatan. Nah, berhubung pada situs resmi ini tidak hanya produk herbal atau informasi tentang pengobatan penyakit saja yang dapat kami sampaikan, kutipan sederhana seperti artikel kesehatan ini juga dapat kami sampaikan meskipun singkat namun insyaallah mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Simak terus sampai tuntas ulasan berikut!

Berteriak keras ternyata baik untuk kesehatan | Diantara kita tentu pernah berteriak. Kita biasanya akan berteriak ketika melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang mengejutkan. Kadang kita juga akan berteriak ketika kita sedang stress dan rasanya kepala mau pecah, atau dalam kondisi emosi yang luar biasa, seakan-akan darah kita naik dan terasa penuh di kepala.

Saat kita pergi ke gunung, momen yang sangat sayang dilewatkan adalah berteriak sekencang-kencangnya. Dihadapan hamparan pemandangan yang indah, tidak peduli akan ada orang yang mendengar, saat kita melakukannya seakan-akan keluarlah semua beban di pikiran kita.

Berteriak seakan-akan sudah menjadi pengaturan di otak kita yang secara otomotis akan kita lakukan ketika mendapatkan sesuatu yang mengejutkan. kemudian jika berteriak adalah salah satu sifat reaksi yang sudah diatur oleh otak, lalu apa manfaatnya bagi kita?

Berikut fakta-fakta yang perlu kita ketahui tentang manfaat berteriak keras bagi kesehatan.

  • MENGHILANGKAN RASA SAKIT

Tim ilmuan dari departemen psikologi dan neurobiologi dari Nasional Universuty of Singapore mengungkapkan bahwa saat kita berteriak “owh” merupakan suara sederhana yang membutuhkan kendali arttikulasi dan volume suara yang maksimal. Saat kita melakukan itu maka akan efisien dan efektif untuk mengurangi rasa sakit.

Penelitian tersebut melibatkan 56 partisipan yang melakukan uji menahan sakit. Para partisipan diberikan rasa sakit, dan saat merasakannya mereka di uji untuk melakukan 5 tes respon saat merasa sakit.

-Tes pertama mereka diminta untuk berteriak “owh” saat merasa sakit.
-Tes kedua diminta menekan tombol.
-Tes ketiga diminta mendengar rekaman suara “owh”.
-Tes keempat mereka di minta untuk diam.

Hasilnya saat merespon dengan berteriak “owh” lebih mampu menahan sakit lebih lama dari respon lainnya. Oleh karena saat kita merasa sakit, sebaiknya kita memang melepaskan rasa sakit tersebut dengan berteriak sekencang-kencang, karena justru akan membuat kita lebih kuat merasakan sakit.

  • MEREDAKAN STRES

Crowley Jack, Phd. Seorang ahli psikologi dari western washington university mengatakan bahwa secara aspek psikologis stres dapat mengakibatkan terjadinya kecemasan, depresi, hilangnya gairah hidup bahkan meningkatnya agresivitas. Sedangkan secara aspek fisik stres dapat memicu instabilitas tensi, penurunan daya tahan tubuh, gangguan pencernaan, serta percepatan penuaan, parahnya bisa mengakibatkan kanker.

Dr.Vincent Tuason dari Medical center Minesota, menjelaskan bahwa stress dapat dikurangi dengan berteriak. Berteriak merupakan mekanisme alamiah dalam tubuh untuk mengurangi ketegangan dan perasaan tidak nyaman yang di dapat seseorang.

Prof.Jeffrey Lohr dari J.William Fulbright College of arts and Sciences menambahkan bahwa dengan  berteriak mampu memberikan sensasi pengendoran atau kelelahan otot yang menegang disebabkan stres.

  • MENGHILANGKAN PERASAAN TAKUT

Penelitian yang dilakukan oleh Michelle craske, seorang psikolog dari University of California melakukan penelitian dengan mengajak 88 orang partisipan. Semua partisipan ini memiliki ketakutan akan tarantula hidup. Penelitian dilakukan dengan membangi 88 orang tersebut menjadi 4 kelompok sama besar. Masing-masing kelompok diminta melakukan respon yang berbeda saat melihat tarantula hidup di depannya.

-Untuk kelompok pertama diminta untuk berteriak kalimat “Aku takut Laba-laba”
-Kelompok kedua diminta untuk berteriak “Aku tidak takut laba-laba”
-Kelompok ketiga diminta untuk berteriak “laba-laba tidak akan menyakitiku”
-Kelompok keempat diminta untuk diam

Hasilnya cukup mengejutkan, rasa takut justru berkurang bagi mereka yang berteriak kalimat “aku takut dengan laba-laba” yaitu mereka yang berada pada kelompok pertama  .Berangkat dari hasil penelitian ini Michelle menyimpulkan bahwa semakin negatif kata yang digunakan orang yang sedang ketakutan untuk menjelaskan ketakutan mereka maka rasa takut tersebut akan berkurang.

Hal ini yang sering disarankan oleh psikolog untuk melepaskan beban yang ada pikirannya. Kita diharapkan berteriak dengan kata-kata untuk menjelaskan kondisi penderitaan dan masalah kita sepenuhnya, maka kita akan merasa lebih lega karena mengungkapkannya.

  • MEMBAKAR SEMANGAT

Ini mungkin yang sering kita lakukan untuk membakar semangat kita disaat hendak menghadapi suatu tantangan. Bagi para tim olahraga sebelum bertanding tentu akan memompa semangat dirinya dan rekan timnya. Memang diyakini dengan berteriak akan membuat kita lebih bersemangat untuk menghadapi tantangan.

  • PILIHAN TERBAIK UNTUK MEREDAKAN EMOSI

Semua orang pasti memiliki emosi di dalam dirinya. Emosi adalah unsur kejiwaan yang alamiahnya dimiliki oleh semua orang. Perbedaannya kadar emosi setiap orang berbeda-beda, tergantung kondisi diri dan lingkungan eksternal yang mempengaruhinya.

Saat kita mengalami suatu kegagalan, sakit hati, atau amarah yang timbul rasanya akan seperti ada beban yang menumpuk di dalam hati dan pikiran. para pakar menyarankan, di saat kita mengalami emosi yang memuncak, maka responlah dengan berteriak sekencangnya sampai Emosi Anda mereda.

Banyak pilihan lain yang bisa dilakukan orang saat emosi, sebut contoh dengan memukul tembok, adu konflik dengan orang lain, atau menyakiti diri sendiri. Tidak ada pilihan terbaik saat emosi kecuali dengan berteriak, karena efektif untuk meredakan emosi dan aman bagi diri kita karena berteriak adalah mekanisme alami dalam tubuh.

Sekian yang dapat kami sampaikan mengenai berteriak kerasa ternyata baik untuk kesehatan. Meskipun Berteriak biasanya di identikkan dengan ketidaksopanan atau perilaku yang tidak menyenangkan karena akan mengganggu atau membuat orang lain tidak nyaman. Selain itu, berteriak biasanya mengekspresikan emosi seseorang. Namun, ternyata berteriak juga memiliki manfaat yang tidak terduga. 

Baca Juga : Efek Samping Operasi Usus Buntu Perlu Diwaspadai

Nah, unutk anda yang penasaran dan ingin memperbanyak pengetahuan tentang macam-macam kesehatan, jangan lupa untuk terus mengunjungi situs http://obatherbalpenghancurbatuginjal.com/ untuk mengetahui artikel kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya. Alamat web diatas sekedar memberitakan seputar produk herbal yang berkualitas dan berbagai macam kutipan kesehatan, jadi simpan baik-baik link tersebut jika suatu saat anda membutuhkan baik untuk pembelian produk herbal atau bahkan hanya sekedar mencari tahu tentang berita-berita kesehatan yang telah kami kutip. Salam sehat!!!

Berteriak Keras Ternyata Baik Untuk Kesehatan